Budidaya Lebah Madu

Posted on April 5, 2009. Filed under: Agriculture |

Budidaya Lebah madu sudah banyak diusahakan oleh para perternak lebah madu di berbagai tempat di Indonesia, yang dapat menghasilkan produk berupa Madu, Pollen, Royal Jelly dan Lilin. Khususnya didaerah Patimuan pengusahaan lebah madu masih dibudidayakan secara tradisional dengan menggunakan Gelodok dan belum dikerjakan secara intensif untuk meningkatkan perolehan hasil berupa madu, Royall Jelly, Pollen dan juga Lilin. Hasil berupa madu sangat berguna untuk kesehatan, meningkatkan stamina tubuh, bahan Kosmetik, bahan campuran obat-obatan, bahan campuran Jamu dan Minuman Penyegar tubuh.
Lebah madu juga dapat membantu proses penyerbukan bunga tanaman yang dapat memberikan pengaruh positif untuk meningkatkan hasil tanaman.

Koloni Lebah madu terdiri dari Lebah Ratu, Lebah Pejantan, Lebah Pekerja dan Lebah Prajurit.

1. Lebah Ratu berukuran lebih besar dari lebah lainnya dan bertugas untuk menghasilkan keturunan yaitu untuk kawin, menghasilkan telor dan meletakan telornya pada cel-cel tempat telor yang sudah dipersiapkan oleh lebah Pekerja.
2. Lebah Pejantan bertugas untuk mengawini lebah Ratu, kemudian setelah kawin, lebah pejantan akan diusir dari koloninya oleh lebah Prajurit, sehingga lebah pejantan akan mati, karena tidak bisa mencari makanan sendiri dan scrotumnya (alat kelamin) akan tertinggal di kantong Sperma Lebah Ratu ( kacihan dech lo…..)
3. Lebah Prajurit bertugas untuk menjaga keamanan koloni dari serangan musuh alaminya, melindungi sang lebah Ratu dan mengusir pejantan sang sudah mengawini lebah Ratu.
4. Lebah Pekerja bertugas untuk mencari Nektar, mengolah nektar menjadi madu dan royal Jelly (madu khusus untuk lebah Ratu), membuat cel-cel, untuk menampung madu dan telor, menutup cel yang sudah diisi telor, memberi makan (menyuapi lebah Ratu, lebah Prajurit dan Lebah Pejantan).

Lebah pekerja dan prajurit hanya dapat menyengat satu kali kemudian akan mati, sedangkan lebah Ratu dapat menyengat berulangkali. Sengat terdiri dari jarum pengengat (Nozzle) dan kantong racun yang apabila ditekan akan mengeluarkan cairan racun mengalir melalui jarum penyengat.

Budidaya lebah madu banyak tergantung dari ketersediaan nektar disekitar tempat budidaya, Suhu disekitarnya sekitar 26 derajat celcius, penggembalaan koloni lebah, pemeliharaan kebersihan Koloni lebah, pengamatan terhadap koloni lebah, penempatan stuff, ketebalan stuff dan pengendalian musuh alami dan penyakit lebah madu.
Apabila dalam satu koloni lebah madu terlahir Lebah Ratu yang baru, maka salah satu lebah Ratu yang ada dalam satu stuff harus segera dipindahkan ke Stuff yang lain, untuk menghindari pertempuran antara lebah prajurit dari masing-masing pengikut lebah Ratu, yang dapat menyebabkan berpindahnya koloni lebah ketempat lain.

Cara memindahkan lebah Ratu dapat dilakukan dengan menggunakan King Aid ( sangkar Ratu ) sebagai berikut :

1. Siapkan sangkar ratu yang berpori-pori dan pada bagian depan diberi lubang yang besarnya cukup untuk dilalui lebah ratu.
2. Cari lebah ratu didalam koloni dan masukan dalam king aid.
3. Tutup lubang king Aid dengan menggunakan gula Jawa yang lunak.
4. Pindahkan King Aid yang sudah berisi Lebah Ratu Ke Stuff lain yang sudah dipersiapkan, sudah diberi sisiran dan sedikit potongan sarang lebah yang ditempelkan pada salah satu sisiran.
5. Pindahkan sedikit lebah pekerja kedalam Stuff yang sudah diisi Ratu. Proses selanjutnya lebah pekerja akan membebaskan lebah ratu dari king aid dengan cara membuka tutup dari gula jawa dan pengikut Ratu yang baru akan berpindah sendiri ke Koloni Ratu yang dipindahkan.

Penempatan Stuff sebaiknya pada tempat yang sedikit terlindung, supaya terperatur didalam stuff tidak panas dan nyaman untuk ditempati lebah. Pada bagian kaki Stuff dirambang (diletakan dalam tempat yang diberi air) supaya semut tidak masuk, dapat juga pada bagian kaki stuff diolesi dengan kapur anti semut. Lubang stuff dibuat sedikit lebih besar dari ukuran lebah Ratu, hal ini dimaksudkan agar lebah Ratu, pekerja, Prajurit, Pejantan dapat keluar masuk dengan bebas dan juga untuk menghindari agar hama seperti Burung, Tikus, kadal tidak bisa masuk kedalam stuff.

Pemanenan dapat dilakukan setelah cel-cel pada sisiran sudah terisi madu dan sedikit tertutup lapisan lilin pada ganian permukaan, sisiran dicuci dengan menggunakan air, dikupas sedikit lapisan penutup lilinnya dengan menggunakan pisau tajam, sisiran dipasang dalam hong ekstraktor madu, hong diputar, hasil madunya disaring, dikemas dalam botol dan disimpan dalam ruangan yang ruangan yang sejuk.

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: